Minggu, 28 Agustus 2016

MATERI 3: Deskripsi Adegan (24 Agustus 2016)

Tugas salah satu penulis kan kita harus bikin tulisan kita bisa dimengerti dan "ngefeel" di benak pembaca. Biar adegannya bisa dibayangin sm pembacanya
Salah satu caranya adalah deskripsi lima indera.
Kalian bisa jelasin mata si tokoh liat apa, tangan kakinya ngapain, kulitnya merasakan apa, hidungnya nyium bau apa, perasaannya kayak apa. Dibantu dengan penjelasan suasana tempat.
Ga perlu 55nya kalian jelasin. Secukupnya aja, yg penting apa yang mau kalian visualisasikan sampe ke pembaca
Contoh:
Adegan anak ngendap2 keluar kamar.
Matanya melihat kanan-kiri, memastikan tidak ada orang lagi yang masih bangun. Ia mengendap-ngendap pelan keluar kamar, ingin mengambil minum ke dapur.
Suasana rumah kini sudah gelap. Bulu kuduknya berdiri karena memang dia agak penakut. Tapi kali ini dia memberanikan diri. Daripada haus.
Nah seperti itu:)
Semoga bermanfaat! 
Makasihhh:)
Sumber: Creative Writing, A. S. Laksana

Materi 2: Show, Don't Tell (17 Agustus 2016)

Ini menurut pengalaman aja sih ya. Dan ada sedikit materi dari sebuah buku bahwa untuk bikin tulisan kita jadi menarik, kita harus showing. Bukan telling.
Kita bukan mengatakan bahwa A pinter. Tapi kenapa dia dibilang pinter? Oh, karena dia juara kelas setiap tahun. Bisa menjawab pertanyaan guru terus, misalnya.
Kita bukan mengatakan bahwa B baik. Tapi kenapa dia bisa dibilang baik? Oh dia selalu menyumbang barang-barang ke panti asuhan misalnya.
Show what has he/she done dalam hidupnya.
Contoh lagi, coba perhatikan perbedaan antara Tell dan Show.
Telling: Gladis. Tomboy, jail, pinter
Showing:
Baginya, ruang BK sudah menjadi rumah ke dua baginya. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari ia selalu masuk kedalam ruangan tetsebut karena laporan murid lain yang menjadi korban kejahilannya. Tapi berkat prestasi yang telah diraihnya, ia hanya mendapat teguran tidak sampai surat menyurat untuk orang tuanya.
Mana yang tampak lebih menarik kalian untuk mengenal sosok Gladis? Pasti yang showing kan? Nah, itu yang harus kita lakukan kalau ingin tulisan kita menarik pembaca. :)
Sumber: Creative Writing, A. S. Laksana

Materi 1: DIALOG TAG - 16 Agustus 2016

Pasti pada tau, 'kan, apa itu dialog? Yap, dialog adalah percakapan antar tokoh dalam sebuah novel. Dialog biasanya diawali dan diakhiri dengan tanda kutip ("..."). Kalau dialog tag? Masih ada yang belum tau?
Di setiap dialog, pasti diakhiri dengan sebuah tanda baca. Baik tanda tanya (?) untuk kalimat pertanyaan, atau tanda titik (.) dan koma (,) untuk kalimat pernyataan, sesuai dengan kalimat lanjutannya.
Nah, maksudnya apa coba "sesuai dengan kalimat lanjutannya"?
Jadi, biasanya setelah atau sebelum dialog ada frase lengkap seperti, "kata Robi", "tukas Icha", "gumam Aan", "Depi berkata", dan lain-lain.
Frase lengkap tersebut yang dinamakan dialog tag. Dialog tag inilah yang akan mempengaruhi tanda baca yang digunakan untuk mengawali atau mengakhiri dialogmu.
Perhatikan contoh di bawah ini;
(a). "Hari ini ia akan berangkat," kata Robi.
(b). Robi berkata, "Hari ini ia akan berangkat."
Frase yang mengikuti dialog berfungsi untuk menginformasikan identitas si pengucap dialog pada pembaca.
Dialog tag biasanya diikuti dengan kata-kata, "ujar", "ucap", "kata", "pekik", "gumam", dan kata lainnya yang menunjukkan kata kerja yang dilakukan si pengucap.
Kalau dialog tag ini berada di akhir dialog, akhiri dialogmu dengan tanda koma seperti contoh (a). Sedangkan kalau dialog tagnya berada di awal dialog, akhiri dialog tag dengan tanda koma dan akhiri dialog dengan tanda titik seperti contoh (b). Dan jangan lupa, huruf awal dalam dialog harus huruf kapital.
Kadang ada juga beberapa frase yang disalahartikan sebagai dialog tag. Contohnya seperti ini;
(c). "Dia akan pergi." Depi menundukkan kepalanya.
(d). Depi menundukkan kepalanya. "Dia akan pergi."
Kalimat sejenis "Depi menundukkan kepalanya" pada contoh di atas itu BUKAN DIALOG TAG. Yang TIDAK termasuk ke dalam dialog tag adalah kata yang menjurus pada kalimat baru.
Kalau kalimat yang mengikuti dialog BUKAN dialog tag, akhiri dialog dengan tanda baca titik seperti pada contoh (c).
Kalau kalimat tersebut ada di awal seperti contoh (d), gunakan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut, baru dilanjut pada dialog.
Selain itu, ada juga dialog tag di antara dua dialog. Nah, sekarang perhatikan contoh di bawah.
(e). "Aku ikut mengantarnya," ucap Aan. "Kau mau ikut juga?"
Kalau seperti itu, akhiri dialog tag-mu dengan tanda titik, lalu setelah itu tulis dialog kedua. Jangan lupa, dialog kedua gunakan huruf kapital di awal kalimat.
Beda lagi kalau sebenarnya dialog itu menyambung, tapi terpisah oleh dialog tag. Biasanya ini menandakan bahwa ada jeda/pemotongan dalam pengucapan kalimat tersebut. Seperti;
(f). "Tapi," ucap Icha pelan, "aku tak yakin dia mau."
Nah, kalau seperti itu, gunakan tanda koma di akhir dialog tag, dan huruf kecil untuk mengawali dialog kedua. Hal ini dikarenakan dialog kedua sebenarnya merupakan bagian / masih satu kalimat dengan dialog pertama.
Sampai sini mengerti, 'kan?
Kalo ada pertanyaan silahkan ditanya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

#SHARING Writers Block: Ide bisa didapat di mana saja!

Writers Block adalah saat-saat dimana seorang penulis kehabisan ide untuk menulis. Misalnya saat berada dititik jenuh, bosan, badmood, mentok dan lain-lain.
Nah ini solusi untuk penulis yang mengalami writers block.
1. Buat kerangka karangan.
Kalian pasti pernah mempelajari kerangka karangan dimana guru menyuruh kita untuk mengarang bebas, pasti harus memakai kerangka karangan dulu. Nah, banyak penulis yang tak sadar bahwa kerangka karangan ini sangat berguna jika kita sedang mengalami writers block.
Ketika kita tidak tahu bagaimana harus memulai tulisan misalnya. Kita bisa memakai kerangka karangan untuk berimajinasi sebebas-bebasnya dan mengambil ide terbaik saat membuat kerangka karangan. Tokohnya seperti apa? Konfliknya apa? Endingnya gimana? Kerangka karangan membantu kita meningkatkan kualitas tulisan kita.
Misalnya:
Kerangka karangan cerita:
1. Putri sedih meninggalkan adik kesayangannya.
2. Indah, adiknya Putri, tak rela kakaknya pergi. Ia menangis, terus menahan Putri di bandara.
3. Suara panggilan terakhir pesawat memaksa Putri untuk pergi.
4. Indah merelakan sambil menangis. Memeluk kakaknya, menyuruhnya cepat pulang.
Nah dari 4 poin ini bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita.
Kerangka karangan sangat berguna juga bagi penulis-penulis yang mungkin suka lupa dengan alur cerita yang sedang ditulis, atau bagaimana watak tokoh yang sudah diciptakan.
Tak hanya alur cerita saja yang bisa ditulis saat membuat kerangka karangan, tapi juga watak masing-masing tokoh. Misalnya tokoh Putri, tingginya berapa? Kesukaannya apa? Sifatnya bagaimana? Tulis di sebuah buku tulis khusus coret-coret sehingga saat kalian lupa, bisa dilihat kembali dari buku tersebut. Tak perlu baca cerita dari awal lagi.
2. Refreshing 
Kalian bisa jalan-jalan atau tidur siang untuk sekedar menghilangkan lelah. Nanti ketika otak sudah jernih dan bisa berkonsentrasi kembali, maka writers block akan hilang.
3. Dengerin musik
Kalau nggak punya cukup uang untuk jalan, atau memang nggak suka jalan, kalian bisa dengerin lagu kesukaan kalian, karena lagu juga bisa menjadi sumber ide bagi penulis. Lirik-lirik yang dinyanyikan oleh sang penyanyi bisa memicu imajinasi kita untuk membayangkan sebuah adegan cerita.
Misalnya:
Dari lagu No Promise - Shayne Ward
"Dhea..." Aku memandang mata yang selama ini terus menemaniku. Mata itu terlibat sembab dan kemerahan, "Jangan katakan apapun lagi karena aku tak akan sanggup. Ku mohon."
Tangan laki-laki itu terus menggenggam telapak tanganku seolah ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Saat aku menatap matanya semakin dalam, seketika juga aku paham bahwa aku telah melukainya teramat dalam. Sangat teramat dalam. Rasa bersalah menjalar dan menggrogoti setiap rongga dalam hatiku. Aku hampir gemetar.
Laki-laki itu membawaku ke dalam pelukannya. Dapat ku dengar detak jantungnya yg selama 2 tahun ini menenangkanku. "Kalau begitu jangan pergi. Tetaplah disisiku."
Aku melepaskan diri dari pelukannya, bukan karena aku tak suka tapi karena aku takut bahwa aku tidak bisa meninggalkannya setelah ini.
"Aku dan kamu beda." Air mata menetes perlahan dari kelopak mataku. Sungguh sangat menyakitkan dan melukaiku.
"Kalau kamu mencintaiku coba jawab pertanyaan ini. Bukankah cinta menyatukan mereka yg berbeda? Lalu kenapa cinta malah memisahkan kita yang saling mencintai?" Dia menatapku intens. Dapat ku rasakan getir yang tersirat dari setiap kata dalam pertanyaannya barusan.
Aku hanya dapat membisu. Sejujurnya, aku juga membenci itu.
"Aku sangat mencintaimu. Sungguh. Tapi apa mungkin aku salahkan Tuhan?" tanya ku terputus, "kita hanya pemain dan Tuhan pembuat pembuat skenarionya. Jadi, jangan tanya itu lagi ke aku." Air mata mengalir semakin deras. Aku benar-benar ingin lari dari keadaan ini.
"Kalau begitu ajari aku," ucapnya terputus, "ajari aku menjadi bagian yang sama denganmu."
Aku spontan melihat lurus ke dalam matanya. Tak sedikitpun aku temui keraguan pada ke dua mata itu.
Lihat, hanya dari lagu saja bisa menjadi cerita yang bagus, bukan?
4. Nonton Film
Selain dengerin musik, kalian juga bisa mendapatkan ide dari film. Setiap film pasti memiliki quote-quote (kutipan) yang bagus, dari situlah kalian bisa mendapatkan ide cerita. Bahkan 1 kalimat dari film bisa menghasilkan sejuta ide.
Misal:
Dari film kungfu panda, ada quote "I don't want to turn you into me, I want to turn you into you."
Nah dari kalimat tersebut, apa yang bisa kalian bayangkan? Mungkin seorang anak yang minder akan kemampuannya sendiri? Atau seorang anak yang terlalu mengidolakan seseorang sehingga dia ingin "menjadi" idolanya? Banyak ide yang akan muncul di kepalamu pasti.
Selain poin-poin di atas, masih banyak solusi writers block bagi para penulis.
Kalau kalian bagaimana cara mengatasi writers block? ๐Ÿ˜Š
-Admin-
15 Agustus 2016

Minggu, 14 Agustus 2016

Pertemuan 1: WHY TO BE AND HOW TO BE A WRITER?


Divisi Pendidikan Himaprodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau telah mengadakan kelompok belajar yaitu Biology on Writing (12/6). Kegiatan ini mengusung tema “Tingkatkan Potensi Diri demi Pendidikan yang Lebih Baik”. Biology on Writing atau biasa disingkat dengan Biori Club adalah sebuah kelompok belajar yang bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat dan kemampuan mahasiswa dalam menulis khususnya dalam menulis karya ilmiah. Biology on Writing diadakan dalam dua bulan sekali.
Minggu (12/6), kegiatan Biology on Writing berlangsung pukul 09:00 – 11:45 WIB. Acara ini ditujukan untuk mahasiswa aktif Pendidikan Biologi yang ingin mengenal dunia tulis-menulis.“Dengan adanya  kegiatan ini diharapkan mahasiswa Biologi dapat meningkatkan minat dan bakatnya dalam menulis. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tak menulis, maka ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” ujarIrfan selaku Bupati Mahasiswa dalam kata sambutannya mengutip  kata-kata PramudyaAnantaToer.
                Biology on Writing dalam pertemuan pertamanya diruang F3 telah mengundang Mawapres Utama UNRI, Tengku Novenia Yahya sebagai pengajar dengan materinya WHY TO BE AND HOW TO BE a writer?.Tengku Novenia Yahya, atau biasa dipanggil Novi memberikan banyak motivasi untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam menulis. Ketika beliau menanyakan tentang  minat menulis kepada mahasiswa Biologi, hanya sedikit yang mengacungkan tangan. Kemudian ditanya kendalanya dan alhasil rata-rata menjawab bingung harus mulai darimana dan tidak tahu cara menghasilkan tulisan yang baik dan benar. Setalah materi berlangsung kurang lebih 30 menit, beliau meminta untuk membuat tulisan dalam waktu 10 menit satu paragraf saja dengan tema Lingkungan dan UKT.Hasilnya, tulisan yang dihasilkan cukup bagus dan tinggal perlu untuk diarahkan saja. “Sebenarnya pada dasarnya manusia memiliki potensi, hanya saja beberapa diantaranya tidak dapat mengarahkannya saja.Kunci utamanya adalah MULAI. Mulai tuliskan apa saja yang ada dibenak lalu kunci kedua adalah LATIHAN! Tulisan yang bagus tidak dihasilkan secara instan tetapi butuh waktu dalam prosesnya,” ujarTengku Novenia Yahya. Diharapkan dengan diadakannya club menulis ini, dapat meningkatkan keinginan mahasiswa untuk menulis dan tidak menganggap menulis adalah hal yang tabu. Karena setiap orang harus pandai menulis, agar dirinya tak hilang ditelan bumi.

Sekilas Tentang Biology on Writing (BIORI CLUB)

Biology on Writing (Biori) Club adalah wadah bagi mahasiswa pendidikan biologi untuk berkarya dan mengembangkan minat dan bakat menulis yang mereka miliki. Biori Club berdiri di bawah Divisi Pendidikan Himaprodi Pendidikan Biologi Universitas Riau. Dengan adanya club ini, di harapkan dapat menghasilkan calon penulis muda yang konsisten dalam bidang menulis.

Sistem yang diterapkan sama seperti sekolah. Nantinya akan diberikan materi dan tanya-jawab. Lalu akan diberikan tugas (UH) yang harus dikerjakan masing-masing anggota. Di akhir pembelajaran akan di berikan rapor yang menandakan lulus atau tidaknya dari kelas yang diadakan selama setahun ini.

Salam,

Biori Club